Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melabuhkan dukungan resminya kepada Mori Hanafi untuk kembali menahkodai KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sikap ini didasari oleh rekam jejak kepemimpinan serta kontribusi nyata Mori dalam memajukan prestasi olahraga di bumi Gora.

Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, menjelaskan bahwa keputusan mendukung petahana ini diambil secara objektif. Menurutnya, Mori memiliki jaringan kerja yang luas serta kemampuan komunikasi mumpuni yang sangat dibutuhkan untuk mengawal persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

Rafiq mengingatkan bahwa terpilihnya NTB sebagai salah satu tuan rumah PON 2028 merupakan buah manis dari perjuangan dan diplomasi panjang yang dirintis oleh Mori Hanafi selama periode kepemimpinannya. Selain itu, peningkatan perolehan medali NTB pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Menanggapi mencuatnya nama Gubernur NTB, Muhammad Iqbal, dalam bursa calon ketua umum, Rafiq menilai hal tersebut sah secara regulasi organisasi. Kendati demikian, ia menyarankan agar ranah olahraga profesional tidak ditarik terlalu jauh ke dalam pusaran kekuasaan pemerintahan demi efektivitas kinerja organisasi.

Menurutnya, seorang kepala daerah memiliki tanggung jawab pembangunan daerah yang sangat luas. Dibanding memimpin langsung organisasi olahraga, dukungan moril serta kebijakan anggaran (political will) dari pemerintah daerah dianggap jauh lebih krusial untuk menunjang kebutuhan pembinaan atlet.

Menutup pernyataannya, Rafiq mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga di NTB untuk segera menyatukan fokus dan menghentikan polemik perebutan kepemimpinan. Agenda besar PON 2028 membutuhkan konsolidasi cepat terkait kesiapan sarana, prasarana, serta program latihan intensif demi menjaga nama baik daerah di pentas nasional.