Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-VIII di Kabupaten Paser yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim melakukan transformasi signifikan dalam manajemen administrasi atlet. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi agar seluruh persiapan berjalan sistematis dan terukur.
Wakil Ketua Umum KONI Kaltim, Dandri Dauri, menegaskan bahwa pembenahan perangkat organisasi menjadi prioritas utama. Pihaknya telah melakukan penyegaran pada jajaran Dewan Keabsahan, Dewan Hakim, hingga Wasit Pengawas (Wasrah) guna memastikan seluruh proses administrasi mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan pertandingan dapat dikawal dengan profesional.
Salah satu terobosan krusial yang diimplementasikan adalah peralihan sistem pendaftaran manual ke format digital. Melalui portal terintegrasi, data atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim akan tersentralisasi secara otomatis. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi potensi kecurangan, terutama terkait permasalahan atlet ganda yang selama ini sering menjadi polemik menjelang kompetisi.
Lebih lanjut, Dandri menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus efisiensi dalam proses verifikasi. Dengan adanya sistem deteksi dini, setiap sengketa administratif dapat diselesaikan lebih awal, sehingga tidak mengganggu fokus atlet dalam menghadapi pertandingan.
Pihak KONI Kaltim pun mengimbau kepada seluruh pengurus KONI di tingkat kabupaten dan kota untuk segera menyiapkan dokumen serta menginput data atlet sesuai jadwal. Harapannya, ketertiban administrasi ini menjadi pondasi kuat bagi suksesnya penyelenggaraan Porprov di Kabupaten Paser mendatang.