Lembaga keuangan global, Citi, secara resmi menurunkan peringkat saham PepsiCo dari 'Buy' menjadi 'Neutral'. Selain penurunan peringkat, Citi juga merevisi target harga saham perusahaan tersebut dari semula $170 menjadi $145. Keputusan ini diambil menyusul kekhawatiran atas performa bisnis perusahaan yang terus menunjukkan pelemahan di wilayah Amerika Utara.
Analis Citi, Filippo Falorni, menyoroti bahwa dua divisi utama, yakni PepsiCo Frito-Lay North America (PFNA) dan PepsiCo Beverages North America (PBNA), gagal menunjukkan performa yang memuaskan. Meskipun pihak manajemen telah mengimplementasikan berbagai strategi seperti inovasi produk, perluasan jangkauan pasar, hingga penyesuaian harga, langkah-langkah tersebut dinilai belum mampu mendongkrak pertumbuhan secara signifikan.
Hasil kinerja kuartal kedua di Amerika Utara tercatat berada di bawah ekspektasi pasar. Penjualan organik PFNA tercatat mengalami penurunan sebesar 2%, sementara pertumbuhan PBNA hanya menyentuh angka 1%, jauh dari target yang diharapkan. Manajemen PepsiCo sempat mengaitkan penurunan volume penjualan ini dengan tekanan anggaran konsumen akibat fluktuasi harga bahan bakar, namun analis menilai pemulihan ke depan akan sangat bergantung pada perbaikan kondisi makroekonomi yang lebih luas.
Lebih lanjut, Citi mengungkapkan keraguan atas proyeksi pertumbuhan EPS (laba per saham) sebesar 5-7% untuk tahun 2026. Dengan kondisi saat ini, mencapai batas atas dari target tersebut dianggap semakin sulit. Selain itu, perusahaan menghadapi tantangan struktural yang lebih kompleks di tahun 2027, mulai dari inflasi biaya yang masih tinggi hingga potensi dampak dari tren penggunaan obat GLP-1 yang dapat membatasi ruang bagi kenaikan valuasi perusahaan di masa depan.