Prosesi pemakaman tokoh nasional Rachmat Gobel yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026), diwarnai suasana khidmat dan haru. Pihak keluarga menegaskan bahwa almarhum meninggal dunia dalam kondisi tenang tanpa memiliki riwayat penyakit sebelumnya.
Arif, perwakilan keluarga, menyampaikan bahwa kepergian Rachmat Gobel terjadi secara tiba-tiba di luar dugaan pihak keluarga. Meski merasa kehilangan, keluarga merasa bersyukur karena almarhum berpulang dalam keadaan yang dinilai ideal, yakni tanpa melalui proses sakit yang berkepanjangan.
Lebih dari sekadar sosok ayah atau kerabat, Rachmat Gobel dipandang sebagai mentor sekaligus guru yang menjadi panutan bagi keluarga besar. Warisan nilai-nilai kehidupan yang diajarkannya kini menjadi kenangan yang membekas kuat bagi seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga menjelaskan alasan di balik kentalnya nuansa adat Gorontalo dalam prosesi pemakaman. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dan komitmen keluarga dalam menjaga serta melestarikan budaya asal almarhum yang selalu beliau junjung tinggi selama hidupnya.
Kabar berpulangnya Rachmat Gobel pertama kali dikonfirmasi oleh Ketua DPP NasDem, Willy Aditya. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Jumat dini hari, pukul 03.20 WIB di Jakarta, yang kemudian memicu ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan atas dedikasi dan pengabdian yang telah ia berikan bagi bangsa.