Menjelang pertandingan krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Norwegia, pelatih Tim Samba, Carlo Ancelotti, menegaskan tidak akan memberikan instruksi taktis spesifik untuk meredam ketajaman Erling Haaland. Meski mengakui ancaman yang dibawa oleh bomber Manchester City tersebut, Ancelotti memilih untuk tidak menyiapkan rencana anti-Haaland secara khusus.

Keputusan tersebut diambil pelatih asal Italia ini bukan tanpa alasan. Menurut Ancelotti, mayoritas pemain Brasil dalam skuadnya sudah sangat memahami karakter permainan Haaland karena intensitas pertemuan mereka di kompetisi Liga Inggris. Pemain seperti Alisson Becker, Gabriel Magalhaes, Bruno Guimaraes, hingga Gabriel Martinelli dianggap sudah cukup sering berduel langsung dengan sang penyerang di level klub.

"Mereka sudah sering berhadapan dengannya. Saya tidak perlu menjelaskan secara rinci cara bertahan menghadapinya karena semua pemain sudah tahu karakteristik permainannya. Kami lebih memilih fokus pada persiapan tim secara menyeluruh untuk menghadapi pertandingan ini," ujar Ancelotti dalam sesi konferensi pers, dilansir dari SkySports.

Selain faktor jam terbang pemain di Premier League, Ederson Moraes yang merupakan mantan rekan setim Haaland di Manchester City juga dianggap memiliki pemahaman mendalam tentang pola serangan pemain tersebut. Bagi Ancelotti, Norwegia bukan sekadar Haaland semata, melainkan kolektivitas tim yang memiliki struktur serangan berbahaya.

Oleh karena itu, juru taktik yang pernah menangani Real Madrid ini menuntut konsentrasi penuh dari anak asuhnya. Ia menekankan bahwa kunci untuk melaju ke babak selanjutnya adalah performa kolektif dan dedikasi 100 persen di atas lapangan untuk menetralisir organisasi permainan lawan secara keseluruhan.