Menjaga kekuatan sistem rangka tubuh tidak seharusnya baru dimulai saat seseorang memasuki usia senja. Sejumlah pakar kesehatan global mengingatkan bahwa fondasi tulang yang kokoh justru wajib dibangun sejak masa kanak-kanak hingga fase dewasa muda melalui penerapan gaya hidup aktif dan pemenuhan nutrisi yang seimbang.
Profesor Kesehatan Muskuloskeletal Global dari University of Southampton, Inggris, Kate Ward, menjelaskan bahwa puncak kepadatan massa tulang dicapai manusia pada awal masa kedewasaan. Setelah fase keemasan tersebut terlewati, kualitas dan kepadatan tulang secara alamiah akan mengalami penurunan secara bertahap seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, tabungan massa tulang yang ditimbun sejak dini sangat menentukan kualitas hidup di masa tua.
Jika tabungan massa tulang tidak tercukupi, risiko mengalami osteopenia dan osteoporosis akan meningkat drastis. Kedua kondisi medis ini sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang khas, hingga akhirnya penderita mengalami patah tulang secara tiba-tiba. Salah satu ancaman paling fatal adalah patah tulang panggul, yang secara global tercatat menyerang lebih dari 10 juta orang berusia di atas 55 tahun setiap tahunnya. Cedera serius ini bahkan bisa memicu komplikasi fatal lain seperti radang paru-paru (pneumonia) hingga serangan jantung.
Meskipun osteoporosis kerap diidentikkan dengan kaum perempuan—terutama setelah melewati masa menopause akibat penurunan kadar hormon estrogen—kaum laki-laki sebenarnya tidak kebal terhadap risiko ini. Peningkatan angka harapan hidup membuat kasus osteoporosis pada pria kini semakin banyak ditemukan di berbagai belahan dunia.
Profesor Kedokteran dari Tufts University, Amerika Serikat, Bess Dawson-Hughes, memaparkan bahwa stereotipe osteoporosis hanya menyerang perempuan muncul karena di masa lalu banyak pria meninggal lebih awal akibat penyakit kardiovaskular. Kini, seiring membaiknya tingkat kelangsungan hidup pria, kerentanan mereka terhadap pengeroposan tulang juga makin terlihat nyata.
Sebagai langkah preventif, para ahli menyarankan masyarakat untuk konsisten mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, vitamin D, protein, magnesium, vitamin K, seng, serta fosfor. Kombinasi zat gizi mikro dan makro ini dipercaya menjadi resep utama dalam memelihara kepadatan serta kekuatan struktur tulang hingga hari tua.