Tim delegasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mencatatkan prestasi membanggakan di panggung internasional setelah meraih posisi juara ketiga dalam ajang Policy Brief Competition pada kompetisi WORLD X GALAXY 3.0. Kelompok yang digawangi oleh Muhammad Haris’t, Muhammad Faiz Akbar, dan Rais Aulia ini sukses mencuri perhatian dewan juri melalui gagasan inovatif mengenai sistem pendanaan kesehatan bagi kelompok pengungsi.

Karya tulis ilmiah mereka yang berjudul “Beyond Emergency Aid: A Tiered Health Financing Model for Sustainable Refugee Healthcare Access” menawarkan solusi atas ketimpangan akses layanan medis. Muhammad Haris’t, selaku ketua tim, menyoroti ketergantungan bantuan kemanusiaan yang bersifat jangka pendek dan kerap tidak stabil. Ia mengusulkan sistem pembiayaan bertingkat yang mengintegrasikan pendanaan darurat dengan sistem kesehatan nasional negara tuan rumah serta skema pembangunan jangka panjang.

Model yang ditawarkan oleh tim mahasiswa ini dirancang untuk menciptakan stabilitas dan keadilan akses layanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang terdampak oleh masa pengungsian yang berkepanjangan. Haris’t berharap bahwa ide strategis ini dapat diimplementasikan oleh para pengambil kebijakan global guna menangani berbagai penyakit kronis, terutama di kawasan dengan keterbatasan fasilitas medis.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap isu kemanusiaan global yang mendesak.

Kompetisi WORLD X GALAXY 3.0 sendiri merupakan ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi inovator muda dunia untuk bertukar ide. Keberhasilan tim FK USK membuktikan bahwa kualitas riset mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat internasional, sekaligus memperkuat visi Universitas Syiah Kuala dalam melahirkan solusi nyata yang berdampak luas bagi komunitas global.