Bursa saham Korea Selatan berhasil bangkit dari tekanan pada perdagangan hari Selasa (4/8/2026). Sempat mengalami fluktuasi tajam di sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) akhirnya ditutup di zona hijau, didorong oleh pulihnya performa saham-saham teknologi raksasa serta sentimen positif dari pasar saham Amerika Serikat, Wall Street.

Berdasarkan data perdagangan, indeks acuan KOSPI ditutup melonjak sebesar 101,50 poin atau setara 1,62 persen ke level 6.358,95. Pergerakan indeks hari ini terbilang sangat dinamis; sempat dibuka pada level 6.351,38 dan merosot hingga titik terendahnya di level 6.080,25, sebelum akhirnya melesat ke level tertinggi harian di 6.389,40 menjelang penutupan perdagangan. Adapun volume transaksi tercatat mencapai 312.997 lot.

Sentimen global memainkan peran penting dalam pembalikan arah bursa Seoul ini. Penguatan indeks dipicu oleh tren positif di Wall Street pada malam sebelumnya, yang ditandai dengan rekor tertinggi baru indeks Dow Jones Industrial Average serta lonjakan harga saham Amazon. Angin segar dari bursa global ini berhasil menjalar ke pasar Asia, sekaligus meredam aksi jual masif yang sempat terjadi di awal sesi perdagangan domestik.

Stabilnya saham-saham cip berkapitalisasi besar turut menjadi pilar penyokong KOSPI. Saham SK Hynix mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,64 persen, disusul oleh Samsung Electronics yang menguat 0,21 persen setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, kebijakan otoritas keuangan Korea Selatan yang memperketat aturan transaksi margin serta membatasi produk ETF leverage dinilai efektif meredam volatilitas ekstrem dari investor ritel, sehingga pasar mampu ditutup dengan pemulihan yang solid.