Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memberikan apresiasi atas rampungnya laporan keuangan tahun buku 2025 dari seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikelola oleh Danantara Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai awal yang baik dalam upaya pembenahan tata kelola perusahaan pelat merah di tanah air.

Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menegaskan bahwa perolehan laba bukan menjadi satu-satunya indikator keberhasilan transformasi BUMN. Menurutnya, fokus utama harus diarahkan pada peningkatan produktivitas serta penguatan daya saing yang berkelanjutan, bukan sekadar memangkas biaya operasional atau efisiensi manajemen jangka pendek.

"Kami mengapresiasi keberhasilan BUMN dalam memulihkan kinerja dari fase rugi melalui perampingan organisasi. Namun, transformasi fundamental yang sesungguhnya terletak pada kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar secara konsisten dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional," ujar Esther pada Rabu (8/7/2026).

Lebih lanjut, Esther menyoroti pentingnya ekosistem yang mendukung agar tren positif kinerja BUMN dapat dipertahankan. Ia menilai bahwa stabilitas iklim investasi menjadi variabel krusial yang menentukan keberhasilan jangka panjang. Tanpa kepastian hukum dan regulasi yang kondusif, upaya perbaikan internal perusahaan akan sulit memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Pihaknya berharap Danantara dapat terus melanjutkan agenda konsolidasi sektoral dan transformasi bisnis secara komprehensif. Dengan tata kelola yang transparan dan regulasi yang memberikan rasa aman bagi investor, BUMN diharapkan tidak hanya mampu mencetak profit, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh.