Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa gemilang pada perdagangan sesi pertama hari Rabu (12/8). Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil melonjak sebesar 1 persen atau bertambah 62,48 poin ke level 6.330,36, ditopang oleh kembalinya minat beli investor asing di pasar modal domestik.
Aktivitas perdagangan terpantau sangat dinamis dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp7,92 triliun. Sepanjang paruh pertama hari ini, sebanyak 19,43 billion lembar saham berpindah tangan melalui 1,18 juta kali frekuensi transaksi. Dominasi sentimen positif terlihat dari 449 saham yang berhasil membukukan kenaikan harga, sementara 171 saham terkoreksi dan 170 saham lainnya bergerak stagnan.
Dari sisi sektoral, sektor infrastruktur menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan signifikan mencapai 4,01 persen. Sebaliknya, sektor transportasi dan kesehatan justru tertekan di zona merah, masing-masing melemah sebesar 0,72 persen dan 0,12 persen pada jeda siang ini.
Gairah pasar hari ini kian diperkuat oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp326,91 miliar, dengan volume bersih pembelian setara 302,42 juta lembar saham. Sejumlah saham perbankan papan atas dan emiten konglomerasi menjadi sasaran utama akumulasi portofolio asing.
Emiten perbankan raksasa memimpin daftar perburuan asing, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp236,76 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp118,37 miliar. Saham-saham dari grup konglomerasi juga mencatatkan akumulasi besar, seperti PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp88,02 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp82,22 miliar, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang mengantongi dana asing Rp79,12 miliar. Selain itu, saham TLKM, CUAN, BBRI, dan UNTR turut menjadi penopang laju indeks pada sesi pertama ini.