Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan inovasi teknologi material ramah lingkungan dan tahan gempa, Sepablock, dalam proyek percontohan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan pemulihan infrastruktur pemukiman warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.

Material bata saling mengunci (interlocking brick) besutan PT Semen Padang ini diaplikasikan langsung pada unit percontohan perdana yang kini telah diserahterimakan kepada warga. Sekretaris Utama BNPB, Rustian, mengungkapkan bahwa pembangunan rumah contoh ini berfungsi sebagai acuan standar kelayakan sekaligus media evaluasi teknis sebelum proyek huntap skala massal direalisasikan secara luas.

Berdasarkan data rekapitulasi, total target pembangunan huntap mandiri di Sumatra Barat mencapai 695 unit. Proyek sebaran ini mencakup Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 457 unit, Tanah Datar 101 unit, Lima Puluh Kota 49 unit, Agam 29 unit, Pasaman Barat 28 unit, Pesisir Selatan 15 unit, Kota Pariaman 8 unit, serta masing-masing 4 unit di Pasaman dan Padang Panjang. Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga tengah mengusulkan tambahan pembangunan 22 unit huntap baru.

Prosesi penyerahan kunci rumah contoh tipe 36 ini dilakukan secara simultan di tiga daerah prioritas, yakni Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang. Salah satu penerima manfaat, Emridona dari Desa Sintuak Naras, Kota Pariaman, menyampaikan rasa syukurnya setelah rumah lamanya hancur total akibat bencana alam pada akhir tahun 2025 lalu.

Pihak BNPB mengimbau warga untuk segera menempati huntap tersebut karena strukturnya yang kokoh telah teruji tangguh menghadapi cuaca ekstrem serta potensi guncangan gempa bumi. Langkah rekonstruksi berbasis teknologi adaptif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana yang diperparah oleh fenomena atmosfer Siklon Senyar di kawasan Sumatra.