Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempersiapkan kawasan Manggarai sebagai pusat bisnis baru atau Central Business District (CBD). Langkah strategis ini diwujudkan melalui rencana integrasi antarmoda yang menghubungkan layanan LRT Jakarta dan KRL Commuter Line demi menciptakan mobilitas warga yang lebih efisien.
Dalam merealisasikan proyek tersebut, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kawasan bisnis, tetapi juga pada penataan konektivitas transportasi publik secara menyeluruh di Manggarai.
Saat ini, kesiapan proyek LRT Jakarta koridor Kelapa Gading–Manggarai dilaporkan telah mencapai 98 persen. Jalur sepanjang 12,2 kilometer yang melintasi 11 stasiun ini menelan investasi sebesar Rp 12,1 triliun, dengan sisa pekerjaan yang kini berfokus pada penyempurnaan sistem persinyalan di sejumlah titik.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan bahwa sinergi bersama PT KAI menjadi kunci utama dalam pembentukan kawasan niaga baru ini. Konektivitas fisik antarmoda dirancang sedemikian rupa sehingga penumpang KRL dapat berpindah ke LRT maupun sebaliknya secara langsung tanpa harus turun ke lantai bawah stasiun.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai posisi strategis Manggarai akan semakin kuat dengan kehadiran konsep pembangunan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD). Integrasi transportasi massal yang komprehensif ini diyakini akan menjadikan Manggarai sebagai magnet baru pertumbuhan ekonomi ibu kota, serupa dengan kesuksesan kawasan Blok M.