GWK Cultural Park kembali sukses menggelar puncak perayaan tahunan "Pesta Rakyat 2026" di Badung, Bali. Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, festival budaya ini mengusung konsep PESTA (Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak Sorai, Titik Temu, dan Alam Lestari) yang berhasil menarik minat ribuan pengunjung lokal maupun mancanegara.

Rangkaian kemeriahan telah dimulai sejak pertengahan Agustus melalui Kirab Budaya yang melibatkan ratusan siswa sekolah dasar mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, pelestarian tradisi Nusantara semakin diperkuat lewat Program Dolanan yang menyuguhkan aneka perlombaan tradisional interaktif guna merekatkan kebersamaan antargenerasi.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang inklusif bagi masyarakat untuk mengekspresikan keberagaman budaya Indonesia. Pihak pengelola berkomitmen menjadikan destinasi wisata ikonik ini sebagai wadah kolaborasi aktif dengan melibatkan komunitas lokal, pelajar, dan banjar di sekitar kawasan wisata.

Selain parade budaya, panggung hiburan dimeriahkan oleh pertunjukan teater remaja dan konser musik dari sejumlah musisi nasional ternama. Di sisi ekonomi, festival ini turut memberdayakan pelaku UMKM lokal melalui area pasar kreatif serta menyajikan berbagai kuliner tematis kemerdekaan yang dihadirkan khusus untuk memanjakan para pengunjung.

Pesta Rakyat kali ini juga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dengan berhasil mengumpulkan serta memilah ratusan kilogram sampah selama acara berlangsung. Melalui kemitraan dengan pegiat daur ulang lokal, sampah organik diproses menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik diolah kembali demi meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan.