Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi melepas keberangkatan kontingen Gerakan Pramuka daerah tersebut untuk berlaga di Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026. Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat ini digelar di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, pada Minggu (9/8/2026).

Meski seluruh Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Kalimantan Tengah dipastikan berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut, seremoni pelepasan kali ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari Kwarcab Kota Palangka Raya dan Kwarcab Kabupaten Pulang Pisau. Ajang kepanduan nasional ini sendiri dijadwalkan berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, mulai 13 hingga 21 Agustus mendatang.

Wakil Wali Kota sekaligus Ketua Kwarcab Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa wilayahnya mengirimkan delegasi sebanyak 24 orang. Rombongan ini terdiri dari satu regu putra dan satu regu putri yang masing-masing beranggotakan delapan orang, ditambah delapan personel pendukung. Rombongan dijadwalkan bertolak ke Jakarta pada Selasa (11/8/2026) dengan target memberikan performa terbaik demi mengharumkan nama ibu kota provinsi.

Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau mengirimkan kekuatan yang lebih besar, yakni mencapai 46 orang. Wakil Bupati Pulang Pisau, A. Jayadikarta, menjelaskan bahwa kontingen utama terdiri atas 32 pramuka penggalang, didampingi enam pembina dan pimpinan kontingen, serta beberapa peninjau. Ia mengingatkan para peserta untuk disiplin menjaga kondisi fisik selama mengikuti agenda yang cukup padat di ibu kota.

Dalam arahannya, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya para peserta menjaga reputasi Kalimantan Tengah di kancah nasional. Ia meminta seluruh anggota kontingen merepresentasikan kepribadian masyarakat Dayak melalui filosofi Huma Betang, yang menjunjung tinggi keharmonisan, kesederhanaan, toleransi terhadap keberagaman, serta semangat gotong royong.

Harapan senada disampaikan Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Kalteng, Sri Wahyuni. Ia berharap kesempatan berharga di Jamnas XII ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para penggalang untuk memperluas jaringan, menimba pengalaman baru, dan membawa pulang ilmu bermanfaat yang dapat dibagikan kepada rekan-rekan pramuka di daerah asal.