Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan Pusat Kajian dan Olahraga Berkuda yang terintegrasi di lingkungan kampus melalui Fakultas Peternakan. Fasilitas baru ini dirancang sebagai pusat kegiatan akademik, riset, serta pelatihan olahraga berkuda bertaraf internasional. Peresmian program ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak fakultas dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Jawa Tengah.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, menjelaskan bahwa pendirian sekolah berkuda ini merupakan langkah strategis untuk memperkaya kurikulum pembelajaran mahasiswa. Selain menunjang kegiatan akademik, fasilitas ini diharapkan dapat menjadi model percontohan tata kelola olahraga berkuda nasional yang profesional dan dapat direplikasi oleh masyarakat luas.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho. Ia menilai kehadiran pusat kajian ini menjadi bukti nyata komitmen UGM dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pihak universitas berharap fasilitas olahraga ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh publik maupun sivitas akademika.

Selain fungsi edukasi dan olahraga, fasilitas ini juga membawa misi sosial kemasyarakatan yang inklusif. Kepala Pusat Pengembangan Ternak UGM, Ir. Tian Jihadhan Wankar, mengungkapkan bahwa sekolah berkuda ini akan menyediakan layanan terapi khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan lokasinya yang strategis di tengah kota, UGM menargetkan jangkauan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai lembaga pendidikan dan komunitas sosial.