Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) tengah mematangkan rencana pengembangan Gunung Gedor di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, sebagai destinasi baru sport tourism (wisata olahraga). Proyek ini dirancang secara kolaboratif dengan menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kepala Disporapar Kota Serang, Zeka Bachdi, menjelaskan bahwa lahan Gunung Gedor saat ini berada di bawah wewenang Perum Perhutani. Guna melegalkan pengelolaan oleh warga, Pemkot Serang sedang memproses nota kesepahaman (MoU) tertulis dengan pihak Perhutani. Kesepakatan lisan diklaim telah tercapai, dan pemerintah daerah menargetkan dokumen kerja sama resmi dapat rampung dalam waktu dekat.

Zeka menegaskan peran pemerintah dalam proyek ini bukan sebagai pengambil alih lahan, melainkan sebagai fasilitator dan pembina bagi masyarakat sekitar. Skema pengelolaan ini meniru keberhasilan sejumlah kawasan wisata Perhutani di daerah lain, seperti di Bogor dan Gunung Salak, yang sukses menghidupkan perekonomian warga lokal secara mandiri.

Selain aspek legalitas lahan, kesiapan operasional pariwisata juga sangat memperhatikan standar keselamatan yang ketat. Aktivitas olahraga dirgantara seperti paralayang dan paramotor di Gunung Gedor nantinya wajib dipandu oleh pilot yang mengantongi lisensi resmi dan telah melalui serangkaian uji terbang.

Untuk mendukung hal tersebut, Disporapar menggandeng para atlet dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Serang. Langkah ini diharapkan tidak hanya melahirkan talenta olahraga dirgantara baru, melainkan juga menjadi magnet wisata yang mampu mendongkrak sektor ekonomi kreatif di Kecamatan Taktakan.