Pemerintah Provinsi Jambi secara resmi membuka Forum Ekonomi Bisnis (FEB) periode Juli 2026 di Swiss-Belhotel Kota Jambi pada Rabu (23/7/2026). Mewakili Gubernur Jambi Al Haris, Sekretaris Daerah (Sekda) Sudirman membuka forum yang berfokus pada pembahasan arah kebijakan pengelolaan batu bara, lifting minyak dan gas bumi (migas), serta kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Sekda Sudirman, ditegaskan bahwa sektor energi memegang peranan krusial sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi di Jambi. Forum ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, serta sektor perbankan untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Provinsi Jambi mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,33 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan I 2025. Sektor pengadaan listrik dan gas menjadi kontributor dengan lonjakan pertumbuhan tertinggi mencapai 13,54 persen. Selain itu, produksi minyak bumi di wilayah ini sepanjang tahun 2024 menembus angka 7,5 juta barel, sementara proyeksi produksi batu bara pada 2025 diperkirakan menyentuh angka 15 juta ton.
Kendati pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, Pemprov Jambi mengakui masih ada tantangan besar, termasuk laju inflasi yang saat ini berada di angka 3,85 persen serta target pertumbuhan ekonomi yang belum menembus angka 5 persen. Sudirman menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga wajib menjaga kelestarian lingkungan hidup demi pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui forum ini, Pemprov Jambi berharap melahirkan berbagai rekomendasi konkret dan taktis untuk mengoptimalkan potensi sektor energi di paruh kedua tahun 2026. Sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat daya tahan ekonomi Jambi di tengah ketidakpastian global.