Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, resmi mengajukan pengunduran diri dari posisinya karena alasan kesehatan. Keputusan ini diambil agar dirinya dapat fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Rencana pengunduran diri tersebut telah disampaikan langsung dan disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengonfirmasi bahwa Nanik telah berpamitan kepada Presiden untuk memulai perawatan medisnya. Meski baru menjabat sekitar satu setengah bulan, Dirgayuza menilai Nanik telah memberikan kontribusi besar dengan meletakkan fondasi reformasi yang kuat di tubuh BGN.

Selama masa kepemimpinannya yang singkat, Nanik berhasil melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu. Ia juga mengambil langkah tegas dengan menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh dan mengidentifikasi 414 SPPG bermasalah, yang berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah.

Melalui pernyataan di media sosial pribadinya, Nanik menyampaikan permohonan maaf karena harus melepaskan jabatannya demi memulihkan kondisi fisiknya. Presiden Prabowo menyetujui pengunduran diri tersebut dengan penuh rasa prihatin, namun tetap meminta Nanik untuk membantu mengawasi jalannya BGN di masa mendatang.

Sebagai langkah lanjutan, Presiden Prabowo berencana membentuk dewan pengawas untuk memantau kinerja BGN dan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik diproyeksikan akan memimpin dewan pengawas tersebut setelah kondisi kesehatannya membaik, guna memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan optimal.