Yogyakarta kini memiliki destinasi baru bagi para pencinta olahraga raket seiring dengan diresmikannya Padeljam. Fasilitas ini menjadi pelopor lapangan padel berkonsep luar ruangan (outdoor) pertama di Kota Gudeg, yang dihadirkan untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga yang memadukan unsur kompetisi dan rekreasi tersebut.
Berlokasi strategis, Padeljam menawarkan lima lapangan terintegrasi, yang terdiri dari empat area outdoor dan satu area indoor. Direktur Padeljam, Weimpy Adary, menjelaskan bahwa konsep ruang terbuka sengaja dipilih untuk menyuguhkan sirkulasi udara alami dan suasana tropis yang khas. Standar ini juga merujuk pada lapangan kejuaraan dunia yang umum dijumpai di negara-negara seperti Qatar dan Australia.
Kehadiran fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Importa Group dan Starcross melalui sub-holding Nata Sport Indonesia (NSport). Selain area olahraga, kawasan ini juga dilengkapi dengan taman hijau serta kafe yang mendukung konsep work from cafe, sehingga dapat berfungsi sebagai ruang sosial baru untuk gaya hidup sehat dan sport tourism.
Pendiri NSport sekaligus CEO Importa, Nizar Bawazier, mengungkapkan bahwa pascapandemi, terjadi pergeseran tren di kalangan anak muda yang kini lebih memilih aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Oleh karena itu, NSport berkomitmen membangun industri olahraga yang berkelanjutan, dengan rencana jangka panjang untuk memperluas fasilitas penunjang seperti pusat kebugaran (gym).
Langkah ekspansif ini mendapat sambutan positif dari Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY. Ketua PBPI DIY, RM Gustilantika Marrel, menilai bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki salah satu ekosistem padel paling dinamis di tanah air. Asosiasi berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan industri ini agar berjalan sehat, baik dari aspek pembinaan atlet maupun pengembangan ekosistem bisnisnya.