Sejumlah perusahaan platform transportasi daring kini mulai memberlakukan skema bagi hasil yang lebih kompetitif bagi mitra pengemudi ojek online (ojol). Langkah ini diwujudkan melalui pemangkasan potongan komisi aplikator yang sebelumnya berada di angka 20%, kini diturunkan secara signifikan menjadi 8% untuk layanan roda dua.
Penyesuaian ini mencakup seluruh ekosistem layanan GoRide, mulai dari kategori reguler, comfort, hemat, hingga kendaraan listrik (EV). Kebijakan ini diambil sebagai respons strategis untuk menyeimbangkan antara stabilitas pendapatan mitra pengemudi dengan keterjangkauan tarif bagi para pengguna layanan di tengah dinamika pasar.
Pihak aplikator menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem platform. Dalam materi sosialisasi yang dibagikan kepada para mitra, perusahaan menekankan bahwa tarif yang disesuaikan diharapkan dapat mempertahankan daya beli pelanggan sekaligus meningkatkan partisipasi aktif mitra dalam operasional harian.
Menilik pada simulasi perhitungan pendapatan mitra untuk layanan GoRide Reguler, kebijakan ini menunjukkan adanya kenaikan tipis pada nominal bersih yang diterima pengemudi. Berdasarkan data simulasi yang beredar, pendapatan mitra meningkat dari Rp10.400 menjadi Rp10.580 per perjalanan. Meskipun secara nominal kenaikan tersebut tampak moderat, langkah ini menjadi babak baru dalam kebijakan komisi yang lebih berpihak pada penyedia jasa di lapangan.