PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (dengan kode emiten RLCO) terus menunjukkan komitmennya dalam mengeksekusi rencana strategis korporasi. Hingga akhir Juni 2026, perseroan melaporkan telah menyerap dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebesar Rp57,74 miliar dari total perolehan bersih yang mencapai Rp100,23 miliar. Realisasi ini berjalan selaras dengan peta jalan (roadmap) bisnis jangka panjang yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Seluruh alokasi dana tersebut digunakan secara terukur untuk memperkuat rantai pasok perusahaan, khususnya dalam pengadaan persediaan bahan baku. Langkah taktis ini disalurkan secara bertahap melalui entitas anak usaha perseroan, PT Realfood Winta Asia, guna menyokong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, Edwin Pranata, menjelaskan bahwa pengelolaan dana publik ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia menegaskan bahwa setiap realisasi anggaran dirancang secara disiplin untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham sekaligus menjaga efisiensi operasional.

Saat ini, RLCO masih mengantongi sisa dana IPO sebesar Rp42,49 miliar yang ditempatkan pada rekening giro perusahaan. Penempatan ini sengaja dilakukan untuk menjaga fleksibilitas keuangan dan likuiditas sebelum direalisasikan secara bertahap sesuai target waktu penggunaan.

Sementara itu, Direktur RLCO, Dwiadi Prastian Hadi, memastikan bahwa pemanfaatan dana tersebut tidak mengalami penyimpangan atau perubahan dari rencana awal yang tercantum dalam prospektus. Sebagai wujud kepatuhan terhadap aturan pasar modal dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), perseroan juga rutin menyampaikan laporan realisasi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).