Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, memberikan apresiasi atas langkah Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang tengah melakukan uji coba kebijakan penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat bertugas lebih dekat dengan domisili keluarga mereka. Langkah ini dipandang sebagai terobosan penting dalam menciptakan lingkungan birokrasi yang lebih humanis dan peduli pada kesejahteraan pegawai.
Menurut Netty, pola penempatan kerja yang terpisah dari keluarga selama ini kerap membebani ASN secara finansial akibat membengkaknya biaya transportasi dan akomodasi. Lebih dari itu, hubungan jarak jauh atau long distance marriage (LDM) yang dijalani akibat penugasan dinilai rentan memicu tekanan psikologis dan mengganggu kesehatan mental pegawai.
Dengan mendekatkan ASN ke lingkungan keluarga mereka, stabilitas emosional dan dukungan moral domestik diyakini akan semakin kuat. Kondisi psikologis yang sehat ini diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan semangat kerja dan profesionalisme dalam melayani masyarakat. Dampak positif ini dinilai akan sangat signifikan jika dirasakan oleh para tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan pelayanan medis.
Kendati mendukung penuh, Netty mengingatkan agar kebijakan ini dijalankan dengan penuh kehati-hatian. Aspek kebutuhan organisasi dan keadilan dalam distribusi pelayanan publik harus tetap diutamakan agar tidak terjadi penumpukan atau ketimpangan jumlah ASN di daerah-daerah tertentu.
Ia pun mendorong BKN untuk segera melakukan evaluasi berkala secara menyeluruh terhadap masa uji coba program ini. Evaluasi tersebut penting untuk mengukur efektivitas kebijakan terhadap produktivitas kerja, efisiensi anggaran, hingga kualitas layanan publik di lapangan.