PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat komitmennya dalam pengembangan energi bersih di Indonesia melalui peresmian Hydrogen Refueling Station (HRS) Merah Putih 3.0. Fasilitas pengisian hidrogen ramah lingkungan ini resmi beroperasi di Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, sebagai bagian dari akselerasi transisi energi nasional.

Stasiun pengisian hidrogen generasi ketiga yang dikembangkan secara mandiri oleh PLN NP ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi, yakni melebihi 70 persen. Pencapaian ini mencakup penyediaan peralatan, proses instalasi, hingga pelibatan jasa lokal guna memperkuat kapabilitas teknologi dan kompetensi sumber daya manusia di tingkat nasional.

Terintegrasi langsung dengan Unit Pembangkitan Muara Tawar yang memiliki kapasitas terpasang 2.725 MW, HRS Merah Putih 3.0 disokong oleh Green Hydrogen Plant yang memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta energi terbarukan tersertifikasi. Fasilitas ini dirancang mampu memproduksi sekitar 7,9 ton hidrogen per tahun untuk memenuhi kebutuhan operasional internal pembangkit maupun pasokan energi sektor transportasi di luar kawasan.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa kehadiran HRS ini merupakan bukti nyata kesiapan ekosistem hidrogen domestik. Teknologi hidrogen dinilai mampu menjadi jembatan krusial yang menghubungkan sistem pembangkitan energi bersih, penyimpanan daya, hingga mobilitas ramah emisi yang berkelanjutan.

Langkah strategis ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberadaan HRS Muara Tawar akan menjadi bagian penting dari rencana pembangunan Koridor Hidrogen Hijau Jakarta–Karawang–Patimban sepanjang 194 kilometer. Proyek ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan berbasis hidrogen dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 mendatang.