Sektor pertanian nasional terus memacu efisiensi guna menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan dan dinamika iklim. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan Bayer Indonesia dalam acara panen raya jagung di Desa Pijeran, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas menjadi kunci utama dalam mencapai swasembada pangan. Menurutnya, perluasan lahan bukan lagi menjadi satu-satunya solusi, melainkan pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian modern yang harus dioptimalkan untuk memperkuat sentra produksi daerah sebagai penopang kebutuhan nasional.
Kabupaten Ponorogo sendiri memiliki peran vital dengan catatan produksi mencapai lebih dari 284 ribu ton pada tahun 2025. Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar petani dapat mengakses inovasi yang mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan.
Dalam kesempatan tersebut, efektivitas penggunaan varietas benih jagung hibrida Dekalb DK19C menjadi sorotan utama. Teknologi ini tidak hanya memberikan performa agronomi yang unggul, tetapi juga menawarkan nilai ekonomi lebih bagi petani melalui peningkatan rendemen dan pengurangan biaya pengeringan pascapanen karena karakteristik kadar air yang rendah.
Aditia Rusmawan dari Bayer Crop Science Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi berbasis sains. Ke depan, Bayer berencana memperkenalkan varietas Dekalb DK19S dan DK09S yang dirancang dengan perlindungan ganda terhadap hama serta toleransi tinggi terhadap herbisida untuk memastikan efisiensi produksi bagi para petani.
Dampak nyata dari penggunaan teknologi ini diakui oleh Miswanto, seorang petani lokal yang merasakan peningkatan kualitas hasil panen secara seragam. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini diharapkan dapat menjadi model ekosistem pertanian berkelanjutan yang mampu menopang kemandirian pangan Indonesia di masa depan.