Kementerian Pariwisata tengah memprioritaskan pengembangan wisata olahraga atau sport tourism sebagai motor penggerak utama pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul tren global di mana segmen wisata olahraga tercatat sebagai salah satu sektor dengan laju pertumbuhan paling pesat di dunia.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengungkapkan bahwa berdasarkan data UN Tourism, sektor ini berkontribusi sekitar 10 persen dari total pengeluaran wisatawan global. Angka tersebut diprediksi akan terus menanjak dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 17,5 persen pada tahun 2030. Pergeseran preferensi wisatawan yang kini lebih meminati pengalaman unik dan kebugaran menjadi faktor pendorong utama fenomena ini.

Sebagai bentuk komitmen nyata, pemerintah telah menjalin sinergi lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada standardisasi penyelenggaraan ajang olahraga, pemetaan potensi destinasi, hingga pengembangan fasilitas pendukung yang ramah bagi wisatawan mancanegara.

Meski memiliki potensi besar, data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2024 menunjukkan bahwa kontribusi langsung wisata olahraga masih berada di angka 9,74 persen. Angka ini masih berada di bawah wisata petualangan yang mencapai 41,45 persen serta wisata kebugaran sebesar 13,35 persen. Oleh karena itu, pemerintah kini mengintegrasikan ketiga elemen tersebut ke dalam satu paket pengalaman wisata yang utuh.

Pemerintah juga terus mendorong daerah untuk menciptakan ajang-ajang berkualitas yang akan dikurasi ke dalam program Karisma Event Nusantara (KEN). Strategi ini diharapkan mampu mendatangkan wisatawan berkualitas yang memiliki masa tinggal lebih lama, pengeluaran yang lebih tinggi, serta kesadaran yang mendalam terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan.