Kolaborasi akademis lintas daerah kembali ditunjukkan oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Kedua institusi ini sukses menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk International Conference On Integrated Engineering And Sustainable Technology (ICEST) secara hibrida, mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai belahan dunia.
Acara yang berpusat di Hall Suyitno Unigoro ini melibatkan panelis ahli dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, hingga China. Diskusi difokuskan pada empat pilar utama, yakni sistem cerdas berkelanjutan, rekayasa konstruksi ramah lingkungan, manufaktur industri, serta visualisasi komunikasi digital. Selain menjadi wadah bertukar gagasan, konferensi ini juga memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk memublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal bereputasi SINTA dan Scopus.
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, mengapresiasi tinggi inisiatif ini sebagai wujud nyata pentingnya kerja sama antardisiplin ilmu dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, forum ilmiah internasional seperti ini sangat krusial untuk mendongkrak kompetensi akademik sekaligus memberikan dampak praktis bagi civitas akademika di tanah air.
Salah satu sorotan utama dalam konferensi ini adalah pemaparan dari pakar geoteknik Universitas Trisakti, Dr. Ir. Aksan Kawanda. Ia mengupas tuntas pentingnya penerapan ilmu geoteknik yang presisi dalam merancang fondasi bangunan demi mencegah kegagalan struktur, dengan merujuk pada kasus sejarah Menara Pisa di Italia sebagai contoh konkret.
Diskusi yang dipandu oleh Ir. Mushtofa selaku moderator ini berlangsung interaktif dan dinamis. Para peserta, baik yang hadir secara langsung di lokasi maupun melalui platform virtual, memanfaatkan momentum ini untuk berdialog langsung dengan para ahli internasional mengenai masa depan rekayasa teknologi berkelanjutan.