Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar program pengabdian masyarakat guna meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah. Bertempat di Bank Sampah Vida Taman Apel, Bekasi, kegiatan ini memfokuskan pendampingan pada strategi pengembangan merek dan visualisasi kemasan bagi para pengelola bank sampah.
Selama ini, kendala utama yang dihadapi pelaku usaha mikro dari olahan limbah adalah keterbatasan dalam menciptakan identitas visual yang profesional. Meskipun kualitas produk daur ulang sudah mumpuni, minimnya sentuhan estetika pada kemasan seringkali menghambat proses pemasaran dan menurunkan minat konsumen di pasar yang lebih luas.
Dalam sesi pelatihan tersebut, pakar dari UBSI, Ana Ramadhayanti, memaparkan secara mendalam mengenai pentingnya pemilihan tipografi, komposisi warna, hingga filosofi logo. Peserta diajak untuk memahami bahwa kemasan bukan sekadar wadah, melainkan sarana komunikasi utama yang membangun persepsi positif serta kepercayaan pembeli terhadap kualitas produk.
Ketua Pelaksana kegiatan, Haryani, menuturkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kepercayaan diri bagi para penggerak bank sampah agar mampu bersaing dengan produk industri lainnya. Dengan bekal keilmuan yang praktis, diharapkan para pelaku usaha skala rumah tangga ini dapat mentransformasi limbah menjadi komoditas ekonomi yang bernilai jual tinggi.
Pihak pengelola Bank Sampah Vida Taman Apel serta jajaran pengurus RW setempat menyambut positif kolaborasi ini. Langkah strategis tersebut dianggap sebagai solusi nyata dalam menyeimbangkan upaya pelestarian lingkungan dengan penciptaan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.