PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), yang selama ini populer lewat jaringan gerai minuman kekinian Teguk, mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang sangat signifikan. Perusahaan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 200,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 yang berakhir pada 31 Maret, ditopang oleh kesuksesan lini usaha barunya di bidang perdagangan daging beku (frozen meat).
Pencapaian ini meningkat drastis bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana penjualan perseroan hanya tercatat sebesar Rp 726 juta. Manajemen TGUK menjelaskan bahwa pertumbuhan eksponensial ini merupakan hasil nyata dari mulai beroperasinya unit bisnis perdagangan daging beku yang telah mendapatkan restu para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Lonjakan kinerja pada periode Januari hingga Maret 2026 tersebut juga didorong oleh momentum musiman berupa tingginya kebutuhan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Manajemen menyebutkan bahwa periode tersebut merupakan musim puncak (peak season) bagi industri perdagangan daging nasional, sehingga perseroan telah mengantisipasinya dengan memperkuat rantai pasokan dan distribusi.
Alih-alih merintis basis pelanggan dari awal, TGUK memilih langkah taktis dengan memanfaatkan jaringan usaha milik investor strategis yang sudah mapan di industri daging. Strategi ini terbukti efektif dalam memangkas waktu penetrasi pasar, sehingga perusahaan bisa langsung menyerap volume transaksi dalam skala besar sejak awal operasional.
Selain itu, perseroan menerapkan sejumlah langkah strategis lainnya, mulai dari memperluas kemitraan dengan agen dan distributor lokal (general trade), menjaga stabilitas ketersediaan stok, mempercepat perputaran persediaan (inventory turnover), hingga mengintegrasikan lini perdagangan ini dengan konsep ritel Toko Daging Platinum.
Dalam menjalankan bisnis komoditas ini, TGUK lebih memilih menyalurkan produknya melalui jaringan keagenan ketimbang masuk ke pasar modern. Model transaksi dijalankan secara fleksibel berbasis kesepakatan harga saat pemesanan (purchase order) tanpa kontrak jangka panjang, mengingat harga daging beku sangat berfluktuasi mengikuti mekanisme pasar.