Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan posisinya di zona hijau meskipun hanya mengalami penguatan tipis pada akhir sesi pertama perdagangan, Kamis (6/8). Indeks ditutup terapresiasi minimalis sebesar 0,20 poin ke level 6.351,34, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 0,58 persen ke level tertinggi harian di 6.388,20. Aktivitas pasar terpantau cukup bergairah dengan total nilai transaksi mencapai Rp10,37 triliun dari perdagangan 34,72 miliar lembar saham.
Penguatan indeks kali ini disokong oleh sektor industri yang melonjak 1,35 persen dan sektor transportasi yang naik 1,18 persen. Di sisi lain, sektor kesehatan, teknologi, properti, dan keuangan justru mengalami pelemahan. Menariknya, sejumlah saham di bawah naungan Grup Bakrie mendominasi nilai transaksi terbesar di lantai bursa. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp544,3 miliar dengan kenaikan harga saham 1,12 persen, disusul oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan nilai transaksi Rp499,91 miliar yang melesat 9,90 persen.
Kendati IHSG berhasil bertahan di teritori positif, pasar modal domestik masih dibayangi oleh tekanan jual dari pemodal internasional. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp339,05 miliar pada sesi pertama. Aksi pelepasan portofolio oleh asing ini terkonsentrasi pada saham-saham di sektor pertambangan dan teknologi.
Di tengah tekanan jual tersebut, asing terpantau mengoleksi saham-saham perbankan milik negara (BUMN). PT Petrosea Tbk (PTRO) memimpin daftar pembelian bersih asing (net buy) sebesar Rp82,12 miliar, diikuti oleh tiga bank pelat merah: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp72,70 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp58,21 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp32,92 miliar. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga masuk jajaran koleksi asing dengan Rp24,16 miliar.
Sebaliknya, aksi lego asing paling banyak menyasar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan penjualan bersih mencapai Rp86,58 miliar. Saham tambang dan infrastruktur lainnya yang juga dilepas asing meliputi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp64,15 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp62,19 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp60,57 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp58,38 miar.