Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng melalui Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes & PM) melakukan serangkaian agenda penguatan pelayanan kesehatan dasar di wilayahnya. Kegiatan ini mencakup pendampingan verifikasi lapangan dalam lomba Posyandu Berinovasi dan Kader Berprestasi tingkat Provinsi Bali, serta penguatan kapasitas bagi pengurus posyandu di tingkat desa.

Di Posyandu Kamboja, Desa Sembiran, tim verifikator provinsi meninjau langsung efektivitas inovasi lokal yang diterapkan para kader. Salah satu sorotan utama adalah kreasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bernama 'Mochisa' serta pemanfaatan kebun Tanaman Obat Keluarga (Toga). Tim penilai mengapresiasi kreativitas kader dalam mengoptimalkan sumber daya setempat meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Agenda serupa juga berlangsung di Posyandu Anggrek, Desa Kalibukbuk, melalui verifikasi lomba kader berprestasi. Selain pemeriksaan dokumen administrasi dan teknis, para kader memamerkan inovasi PMT 'Horas Jangkut'. Tim verifikasi memberikan catatan strategis agar cakupan kunjungan rumah lebih dioptimalkan sesuai dengan petunjuk teknis Posyandu Siklus Hidup, serta menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi yang telah dirintis.

Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola posyandu, tim juga menggelar peningkatan kapasitas bagi pembina dan pengurus posyandu di Kecamatan Sukasada. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Buleleng beserta jajaran terkait. Dalam forum ini, ditekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengelolaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) posyandu, yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ketenteraman umum.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menegaskan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat kelembagaan posyandu. Melalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan standar pelayanan kesehatan di akar rumput dapat meningkat secara signifikan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola kesehatan secara kolektif.