Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, melalui Dinas Kesehatan setempat, mengambil langkah proaktif untuk memantau kondisi kesehatan para pelajar sejak awal tahun ajaran baru. Sebanyak 359 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SRT I) Kulon Progo mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Tes Kebugaran Anak Sekolah yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Agustus 2026.
Pemeriksaan ini melibatkan kolaborasi luas dengan mengerahkan tenaga medis dari enam pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yakni Puskesmas Lendah I dan II, Galur I dan II, serta Sentolo I dan II. Untuk memastikan seluruh siswa terlayani dengan optimal, tim medis bekerja secara bergiliran dengan target memeriksa sekitar 120 siswa per hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan yang berpotensi menghambat konsentrasi dan proses belajar siswa di sekolah. Menurutnya, data dari hasil pemeriksaan ini akan menjadi basis pemetaan risiko kesehatan untuk menentukan langkah penanganan medis lebih lanjut secara cepat dan tepat.
Guru SRT I Kulon Progo, Angga Yudhistira, menerangkan bahwa rangkaian pemeriksaan ini mencakup pemeriksaan mata, pengukuran kadar gula darah, tekanan darah, hingga uji kebugaran jasmani. Sebelum menjalani tes fisik berupa lari sejauh 1,6 kilometer atau sebanyak 10 putaran lapangan, seluruh siswa wajib dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dasar terlebih dahulu guna menjamin keamanan fisik mereka.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Sosial melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) guna menjamin kegiatan berjalan dengan lancar dan ramah anak. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, sehingga para siswa dapat bertumbuh dan belajar dengan kapasitas fisik yang prima.