Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur bersama Yayasan Demasindo membekali 80 perwakilan remaja masjid se-Jatim lewat pelatihan bisnis syariah dan tata kelola keuangan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus menjadi strategi inovatif dalam merangkul kaum milenial agar lebih aktif berkegiatan di lingkungan masjid.

Ketua PW DMI Jawa Timur, Dr. KHM Sudjak, mengungkapkan tantangan nyata yang dihadapi pengurus takmir di berbagai daerah, yakni sulitnya menarik minat anak muda untuk memakmurkan masjid. Di tengah keberadaan 52.712 masjid yang tersebar di Jawa Timur, pendekatan baru yang sesuai dengan minat dan kreativitas generasi muda dinilai sangat mendesak untuk diterapkan.

Menurut Sudjak, masjid tidak boleh membatasi kegiatannya pada ibadah ritual atau pengajian rutin saja, melainkan harus membuka ruang kreasi yang luas bagi anak muda. Ia mencontohkan kesuksesan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang berhasil menarik perhatian Gen Z melalui program inovatif seperti Majelis Subuh GenZI dengan menghadirkan pendakwah populer, serta penyediaan fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer.

Lebih lanjut, para peserta pelatihan yang tergabung dalam Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI Jatim juga diajak untuk menyukseskan program unggulan organisasi. Beberapa di antaranya meliputi inovasi kategori khusus pemuda dalam program Masjid Award, pendampingan sertifikasi produk halal bagi pelaku UMKM melalui Halal Center, hingga pengembangan ekosistem digital untuk usaha mikro.

Pelatihan yang berlangsung di Surabaya ini menghadirkan sejumlah pakar lintas sektor sebagai pemateri. Di antaranya Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unesa Dr. H. Moch Khoirul Anwar, pengusaha sukses Dr. Ir. Hj. Dewi Masyithoh, serta perwakilan dari PP Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Setya Ardianta.