SUKABUMI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Mulk Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk memperketat penerapan gaya hidup sehat guna mengantisipasi penularan penyakit hepatitis atau peradangan hati. Langkah preventif ini dinilai krusial mengingat penyebaran virus tersebut sangat berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan serta pola hidup sehari-hari.
Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Al-Mulk, dr. Rizki Febrina Ramdhania, menjelaskan bahwa hepatitis terbagi menjadi beberapa jenis dengan rute penularan yang berbeda. Untuk tipe hepatitis A, infeksi umumnya terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus. Hal ini disampaikannya dalam sebuah gelar wicara di Radio Swara Perintis.
Oleh karena itu, dr. Rizki menekankan pentingnya menjaga higienitas secara menyeluruh, mulai dari proses pemilihan bahan makanan, cara pengolahan, hingga penyimpanan wadah. Makanan dan air harus dipastikan benar-benar matang sebelum dikonsumsi guna membunuh partikel virus. Ia juga menambahkan bahwa hepatitis A sebenarnya dapat sembuh secara mandiri dengan syarat daya tahan tubuh pasien tetap terjaga prima.
Berbeda dengan tipe A, hepatitis B dan C memiliki risiko dampak jangka panjang yang lebih kronis dan ditularkan melalui cairan tubuh atau darah. Untuk menekan risiko penyebaran kedua jenis hepatitis ini, masyarakat diminta menghindari perilaku seksual berisiko dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, termasuk pada alat tindik yang tidak steril.
Sebagai langkah proteksi tambahan, dr. Rizki juga menyarankan masyarakat untuk menghindari konsumsi alkohol serta menjauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Secara umum, kekebalan tubuh dapat ditingkatkan secara optimal melalui olahraga teratur, pengelolaan stres yang baik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke fasilitas medis.