Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui UPT Puskesmas Kecamatan Pulau Merbau mengambil langkah preventif agresif untuk mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada Kamis (23/7/2026), gerakan larvasidasi massal resmi diluncurkan secara serentak di Gedung Hambali Centre, Desa Semukut, guna memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Langkah taktis ini merujuk pada instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti yang mengamanatkan gerakan pemberantasan jentik nyamuk pada pekan akhir Juli 2026. Puskesmas mengombinasikan penaburan bubuk larvasida dengan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, pemeriksaan berkala, serta sosialisasi pencegahan kepada publik.
Kepala UPT Puskesmas Pulau Merbau, dr. Puji Tri Handayani, menyatakan pihaknya telah mematangkan koordinasi dengan aparat kecamatan, desa, hingga kader posyandu. Sebagai ujung tombak, para bidan desa dibekali bubuk Abate untuk disalurkan langsung ke rumah-rumah warga demi menyasar tempat penampungan air yang rawan jentik.
Menurut dr. Puji, intervensi medis dan pembagian larvasida tidak akan maksimal tanpa kontribusi aktif dari masyarakat. Kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan dinilai sebagai pilar utama dalam meredam penularan virus dengue di kawasan permukiman.
Sementara itu, Camat Pulau Merbau, Hermansyah, SH, mengapresiasi gerak cepat sektor kesehatan ini dan mengingatkan bahaya laten DBD yang tidak mengenal usia. Ia mengimbau seluruh perangkat desa, RT, RW, dan warga untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sarang nyamuk.