Provinsi Riau menunjukkan peningkatan signifikan dalam cakupan program imunisasi nasional. Berdasarkan data terkini dari Dashboard Imunisasi Nasional per 26 Juni 2026, Riau sukses mengamankan posisi kedelapan nasional untuk kategori Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dengan capaian mencapai 33.674 jiwa atau setara dengan 29,59 persen.

Tidak hanya pada kategori IDL, capaian imunisasi di Bumi Lancang Kuning ini juga menonjol di sektor lain. Untuk kategori imunisasi T2 bagi ibu hamil, Riau bertengger di peringkat ketiga nasional dengan cakupan 36.683 jiwa atau 30,28 persen. Sementara itu, untuk Imunisasi Baduta Lengkap (IBL), provinsi ini berada di urutan ke-12 dengan total 28.443 jiwa atau 25,28 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang solid antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh fasilitas layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, yang terus konsisten melakukan jemput bola serta disiplin dalam pelaporan data secara realtime.

Zulkifli juga merinci peta sebaran di kabupaten/kota. Kabupaten Rokan Hilir memimpin capaian IDL tertinggi dengan 4.907 jiwa (40,08 persen), diikuti oleh Kabupaten Kampar dengan 6.508 jiwa (38,77 persen), dan Kota Dumai dengan 2.000 jiwa (32,20 persen). Wilayah lainnya seperti Pekanbaru, Indragiri Hulu, hingga Kepulauan Meranti juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan terus berupaya mengejar target imunisasi.

Lebih lanjut, Zulkifli menegaskan pentingnya pemberian 14 antigen dasar bagi bayi guna melindungi mereka dari risiko penyakit serius, kecacatan, hingga kematian. Antigen tersebut mencakup pencegahan terhadap TBC, Hepatitis B, Polio, Difteri, Pertusis, Tetanus, hingga diare berat akibat Rotavirus. Seluruh vaksin ini diberikan secara bertahap mulai dari lahir hingga usia 12 bulan untuk memastikan kekebalan tubuh anak terbentuk secara optimal.