Pemerintah Kabupaten Rembang mengambil langkah tegas menyusul insiden tragis meninggalnya seorang siswi SMP Negeri 2 Rembang saat jam pelajaran olahraga. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) setempat mengumumkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di wilayah tersebut.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Solchan, menyatakan bahwa evaluasi ini akan menitikberatkan pada aspek keselamatan dan keamanan siswa selama melakukan aktivitas fisik di sekolah. Langkah ini diambil guna memastikan prosedur keselamatan berjalan optimal saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Menyampaikan rasa duka yang mendalam, Solchan menyebut peristiwa ini sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Rembang. Pihaknya berkomitmen untuk mengumpulkan seluruh guru olahraga guna mengidentifikasi kendala di lapangan sekaligus menyusun mitigasi risiko demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain evaluasi sistemik, Dindikpora juga berencana memanggil pihak SMP Negeri 2 Rembang, termasuk guru pendamping yang bertugas saat insiden terjadi, untuk dimintai keterangan kronologi lengkap. Informasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan penyusunan regulasi preventif di masa mendatang.