Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan secara resmi memulai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Pesantren Tahun 2026. Langkah strategis ini diluncurkan langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan dengan target ambisius menyasar 100 persen dari seluruh siswa yang masuk dalam daftar sasaran program.

Program CKG ini dirancang sebagai instrumen preventif yang krusial untuk memantau dan mendeteksi potensi gangguan kesehatan anak sejak dini. Wali Kota Adi Wibowo menekankan bahwa data yang diperoleh dari pemeriksaan ini bukan sekadar statistik formalitas, melainkan panduan konkret untuk merumuskan langkah penanganan kesehatan yang tepat bagi generasi muda di Kota Pasuruan.

Peningkatan target pada tahun ini berkaca pada hasil evaluasi pelaksanaan CKG 2025. Dari total target sasaran sebanyak 38.470 siswa tahun lalu, capaian pemeriksaan tercatat berada di angka 75,44 persen. Evaluasi tersebut menyoroti dua isu kesehatan utama, yakni kurangnya aktivitas fisik pada 12.634 siswa akibat pengaruh era digital, serta temuan kasus gigi berlubang atau karies yang mendera 9.643 anak.

Menanggapi tantangan tersebut, Wali Kota menginstruksikan pemetaan kembali kebutuhan serta pemerataan guru olahraga agar aktivitas fisik siswa di sekolah dapat dioptimalkan. Pembenahan pola hidup sehat ini dinilai harus diintegrasikan langsung ke dalam lingkungan pendidikan formal demi melahirkan generasi yang bugar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Shierly Marlena, memaparkan bahwa program yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026 ini membidik total 38.687 siswa di 169 lembaga pendidikan. Sasaran tersebut mencakup 21.561 murid SD/MI, 10.357 pelajar SMP/MTs, dan 6.769 siswa tingkat SMA/MA, dengan rujukan penanganan lanjutan melalui Puskesmas terdekat bagi siswa yang membutuhkan penanganan medis spesifik.

Keberhasilan program ini dipandang membutuhkan sinergi erat antara pihak sekolah, tenaga medis, orang tua, serta masyarakat luas. Di samping menargetkan peningkatan peringkat layanan kesehatan di tingkat Provinsi Jawa Timur, fokus utama Pemkot Pasuruan tetap tertuju pada upaya menjamin kebugaran fisik siswa guna menunjang keberhasilan akademis mereka.