Pasar saham sektor teknologi di China mengalami tekanan hebat akibat aksi jual massal yang dipimpin oleh emiten semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI). Para pelaku pasar mulai merealisasikan keuntungan dan memindahkan dana mereka ke sektor-sektor defensif yang dinilai lebih aman, menyusul kekhawatiran atas valuasi harga saham teknologi yang sudah terlampau tinggi.
Kemerosotan ini tercermin dari kejatuhan Indeks STAR 50 yang merosot lebih dari 6 persen, menyentuh level terendahnya sejak akhir April lalu. Beberapa emiten utama seperti Yuanjie Semiconductor Technology Co. dan Hua Hong Grace Semiconductor Ltd. mencatatkan penurunan nilai saham hingga sedikitnya 14 persen. Secara kumulatif sepanjang bulan Juli, indeks teknologi tersebut telah terpangkas hampir 29 persen, kontras dengan lonjakan fantastis sebesar 75 persen pada tiga bulan sebelumnya.
Dampak dari pelemahan sektor teknologi ini turut menyeret indeks acuan CSI 300 yang menyusut lebih dari 2 persen dalam sesi perdagangan terakhir. Secara keseluruhan, indeks CSI 300 melemah hampir 10 persen sepanjang bulan ini, menandai potensi kinerja bulanan terburuknya sejak awal tahun 2016. Di sisi lain, sektor defensif seperti barang konsumsi dan utilitas justru menjadi penyelamat dengan mencatatkan pertumbuhan masing-masing sebesar 2,8 persen dan 1 persen.
Tren penurunan ini tidak lepas dari melesunya reli saham berbasis AI di tingkat global. Direktur Shanghai Chengzhou Investment Management, Xiang Xiaotian, menjelaskan bahwa koreksi ini merupakan bagian dari rotasi struktural di mana pemodal mengamankan keuntungan untuk dialihkan ke sektor properti, konsumsi, dan saham pembagi dividen. Investor juga mulai bersikap realistis terhadap potensi kelebihan investasi pada kapasitas infrastruktur kecerdasan buatan global.
Situasi ini menjadi tantangan baru bagi Pemerintah China yang sebelumnya aktif melakukan berbagai intervensi pasar guna membendung kepanikan investasi. Kini, pelaku pasar global tengah menanti arah kebijakan ekonomi terbaru dari rapat Politbiro China, dengan harapan munculnya stimulus yang lebih terarah untuk menjaga stabilitas stabilitas pasar keuangan domestik.