Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) lintas kampus dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dan Poltekes Permata Indonesia menggelar pelatihan inovatif bagi puluhan kader PKK di Dusun Gunungsari, Ngeposari, Semanu, Gunungkidul. Melalui metode permainan interaktif yang dinamai "Roda Sehat" dan "Tangga Bahagia", warga diajak untuk lebih tangguh dalam menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan keluarga.
Kegiatan yang diikuti oleh 55 anggota PKK ini diinisiasi oleh akademisi Fakultas Psikologi UMBY, di antaranya Prof. Dr. Alimatus Sahrah, M.Si., MM., Rani Rengganis, M.Si., Ph.D., dan Davita Variani, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Mereka berkolaborasi dengan tim dosen Keperawatan Poltekes Permata Indonesia yang terdiri dari Dr. Amalina Tri Susilani, S.SiT, MPH., Harpeni Siswatibudi, S.Psi., MPH., dan Dwi Ratnaningsih, SST., MPH.
Prof. Alimatus Sahrah menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak di masyarakat rural, khususnya terkait edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengelolaan kesejahteraan mental di tengah himpitan ekonomi. Menurutnya, kader PKK merupakan motor penggerak yang strategis, sehingga edukasi dengan pendekatan partisipatif dinilai jauh lebih efektif dibanding metode ceramah biasa.
Dalam pelaksanaannya, permainan "Roda Sehat" digunakan untuk menanamkan pemahaman tentang 10 indikator PHBS rumah tangga secara menyenangkan. Sementara itu, permainan "Tangga Bahagia" dirancang khusus menggunakan konsep experiential learning untuk membantu warga membangun ketahanan psikososial-finansial. Melalui simulasi kasus dalam permainan tersebut, para ibu dilatih mengambil keputusan keuangan secara logis guna menghindari jeratan utang mikro yang berisiko tinggi.
Pendekatan berbasis permainan ini disambut hangat oleh perangkat desa setempat. Kepala Dukuh Gunungsari, Nung Yuwana, mengungkapkan bahwa metode interaktif ini mengubah suasana penyuluhan yang biasanya monoton menjadi ruang diskusi yang aktif dan hidup. Senada dengan hal itu, Ketua PKK Gunungsari, Etika Lomaristy Pradananingsih, mengakui bahwa materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan relevan dengan permasalahan sehari-hari ibu rumah tangga.
Untuk memastikan keberlanjutan program, tim pengabdi menyerahkan paket media permainan beserta modul panduan kepada pengurus PKK setempat. Langkah hilirisasi pengetahuan ini diharapkan dapat terus digunakan secara mandiri oleh warga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental keluarga dalam jangka panjang.