Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur tengah bersiap menerapkan teknologi pengolahan air modern asal Jepang. Langkah ini dilakukan melalui penerimaan hibah dua unit mesin desalinasi yang dirancang untuk mengubah air laut menjadi air bersih, sekaligus mengoptimalkan kualitas pasokan air bersih guna mendukung sektor pariwisata daerah.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menjelaskan bahwa sistem desalinasi ini mampu menghilangkan kadar garam secara efektif sehingga air laut layak dikonsumsi setelah melewati standar pengujian. Selain mengolah air laut, teknologi ini juga difungsikan untuk menyaring residu tinggi pada sumber air tawar yang ada.
Kerja sama ini berawal dari inisiatif PDAM Lombok Timur yang mengirimkan proposal permohonan bantuan ke perusahaan Jepang beberapa bulan lalu. Respons positif tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan antara perwakilan perusahaan Jepang dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).
Setiap unit mesin pengolah air ini ditaksir memiliki nilai investasi mencapai Rp20 miliar. Sopyan menambahkan bahwa hibah ini tidak hanya berupa fisik mesin, tetapi juga mencakup program transfer teknologi berupa pelatihan intensif selama dua bulan bagi para teknisi lokal agar mampu mengoperasikan alat secara mandiri.
Rencananya, peralatan canggih ini akan ditempatkan di kawasan selatan Lombok Timur yang berbatasan langsung dengan laut. Selain itu, mesin ini juga diproyeksikan untuk memperbaiki kualitas air dari Bendungan Pandan Duri yang selama ini mengalir ke wilayah Keruak dan sekitarnya namun masih memiliki kendala tingkat residu yang tinggi.