Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data akumulatif dari Januari hingga pekan ke-30 atau akhir Juli 2026, tercatat sebanyak 534 kasus DBD telah menjangkiti warga di wilayah ibu kota Provinsi Riau tersebut, dengan satu kasus dilaporkan meninggal dunia.

Korban jiwa akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini merupakan seorang warga yang berdomisili di Kecamatan Tuah Madani. Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, mengonfirmasi bahwa pihak medis tengah melakukan penyelidikan epidemiologi secara mendalam guna mengetahui faktor penyebab kematian korban serta memetakan potensi penyebaran virus di kawasan tersebut.

Berdasarkan pemetaan wilayah, Kecamatan Tuah Madani menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi dengan mencatatkan 86 kasus. Jumlah ini ditempel ketat oleh Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus. Wilayah lain yang juga menunjukkan angka signifikan di antaranya adalah Kecamatan Bukit (66 kasus), Binawidya (44 kasus), Tenayan Raya (44 kasus), dan Payung Sekaki (39 kasus).

Sementara itu, sebaran kasus di kecamatan lainnya meliputi Rumbai dengan 33 kasus, diikuti Rumbai Timur (32 kasus), Limapuluh (31 kasus), Kulim (28 kasus), Sail (11 kasus), Rumbai Barat (11 kasus), Senapelan (10 kasus), Sukajadi (10 kasus), dan posisi terendah berada di Pekanbaru Kota dengan 4 kasus. Kendati demikian, seluruh pasien yang sempat dirawat kini dilaporkan telah sembuh total.

Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru, Diskes Pekanbaru gencar mengedukasi warga untuk konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain mengandalkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan tindakan preventif seperti pengasapan (fogging) massal dan pemberantasan sarang serta jentik nyamuk di pemukiman.