Pemerintah Vietnam secara resmi telah menginisiasi langkah ambisius untuk memandirikan sektor keamanan siber nasional. Melalui Keputusan No. 1226/QD-TTg yang ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri Phan Van Giang, negara tersebut meluncurkan proyek jangka panjang yang berfokus pada pengembangan riset, aplikasi, serta sosialisasi kriptografi sipil untuk periode 2026 hingga 2035.
Proyek ini menetapkan target krusial yakni penguasaan penuh atas teknologi kriptografi inti, termasuk pengembangan algoritma, sistem manajemen kunci, dan komponen keamanan dasar pada tahun 2030. Inisiatif ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor di sektor-sektor kritis sebesar 20 hingga 30 persen, sekaligus mendorong lahirnya produk-produk kriptografi berlabel "Buatan Vietnam".
Untuk memperkuat ekosistem riset, pemerintah berencana membangun tiga hingga lima laboratorium kunci berskala nasional yang akan berfokus pada kriptografi terapan dan kriptografi pasca-kuantum. Sinergi antara lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor bisnis swasta akan diintegrasikan untuk mempercepat komersialisasi produk serta transfer teknologi di pasar lokal maupun internasional.
Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, Vietnam menargetkan pencetakan 5.000 tenaga ahli dan insinyur kriptografi berkualitas tinggi pada 2035. Kurikulum pendidikan tinggi di universitas teknik terkemuka akan dirombak dengan mengintegrasikan keamanan siber secara formal, guna memastikan 20 persen tenaga kerja di industri ini memiliki sertifikasi keamanan global seperti CISSP atau CISM.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengamankan sistem informasi vital nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing bisnis teknologi Vietnam di kancah global. Dengan menargetkan penguasaan standar teknis internasional, Vietnam bertekad untuk bertransformasi menjadi pemain kunci dalam lanskap keamanan informasi di kawasan regional dan dunia.