JOMBANG — Perkembangan riset herbal yang kian terhubung dengan teknologi modern menjadi perhatian Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair). Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim akademisi Unair memberikan penguatan kompetensi kepada guru-guru Biologi di Kabupaten Jombang.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 1 Mojoagung, Kabupaten Jombang, pada Rabu, 4 Februari 2026. Pesertanya melibatkan anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Kabupaten Jombang serta siswa SMA Negeri 1 Mojoagung.

Materi utama yang disampaikan berkaitan dengan pemanfaatan tanaman herbal secara ilmiah. Sejumlah tanaman seperti jahe, kunyit, lengkuas, temulawak, okra, hingga buah tin dikenal memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan, antara lain sebagai antioksidan dan antiinflamasi.

Tim Unair menekankan bahwa penggunaan herbal tidak lagi cukup hanya bertumpu pada pengetahuan turun-temurun. Dalam pengembangan ilmu kesehatan dan biologi modern, tanaman obat perlu melalui standardisasi agar aspek keamanan, mutu, dan khasiatnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ketua kegiatan pengabdian masyarakat, Prof. Win Darmanto, memaparkan perbedaan antara jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Ia juga menjelaskan pentingnya uji ilmiah dalam memastikan klaim manfaat herbal dapat diterima dalam kerangka sains.

Selain pembahasan mengenai obat herbal terstandar, peserta juga dikenalkan dengan riset berbasis in silico. Pendekatan ini memanfaatkan pemodelan komputasi untuk menganalisis senyawa aktif, memperkirakan mekanisme kerja biologis, serta memprediksi interaksi senyawa dengan target tertentu secara lebih cepat dan sistematis.

Materi terkait teknologi in silico disampaikan oleh Moch. Aqilah Herdiansyah, mahasiswa Program Doktor MIPA Fakultas Sains dan Teknologi Unair. Ia mengenalkan konsep pemodelan molekul, molecular docking, hingga cara membaca potensi interaksi senyawa dalam penelitian biologi modern.

Sesi pelatihan juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh gambaran praktis mengenai tahapan riset. Dengan pendekatan tersebut, guru diharapkan dapat membawa isu-isu sains mutakhir ke ruang kelas secara lebih kontekstual.

Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi Unair mendorong integrasi materi obat herbal terstandar dan teknologi riset komputasi dalam pembelajaran biologi. Program tersebut sekaligus memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan pendidikan sains yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.