Kawasan Sidotopo Wetan, Surabaya Utara, kini memiliki daya tarik unik setiap malam Rabu dan Sabtu. Komunitas Persatuan Batu Nusantara (PBN) secara rutin menggelar kegiatan uji tembak batu akik di salah satu warung kopi ternama, Giras Putra, yang berhasil menyedot perhatian bukan hanya kalangan kolektor batu alam, tetapi juga para penikmat kopi yang kebetulan tengah bersantai di lokasi tersebut.

Kegiatan uji tembak batu ini menjadi tontonan menarik yang memadukan hobi mengoleksi batu alam dengan suasana nongkrong khas warung kopi Surabaya. Para penggemar batu dari berbagai komunitas tampak begitu antusias menyaksikan momen ketika batu akik diuji ketahanannya terhadap tembakan, sebuah tradisi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pecinta batu di Nusantara.

Salah seorang pengunjung, Zaenal (36), warga Kapas Baru, Tambaksari, Surabaya, mengaku awalnya hanya berniat menikmati secangkir kopi. Namun, perhatiannya justru tersita oleh aksi uji tembak batu yang berlangsung di hadapannya. "Saya terbiasa ngopi di sini, apalagi setiap hari Rabu dan Sabtu sambil melihat hiburan uji tembak batu akik," tutur Zaenal pada Sabtu (28/6/2026) malam.

Zaenal mengungkapkan rasa takjubnya terhadap fenomena batu yang mampu bertahan dari tembakan. Dalam prosesnya, batu dimasukkan ke dalam gelas berisi air, kemudian ditembak. Hasilnya, beberapa batu tertentu membuktikan ketahanannya dengan gelas yang tetap utuh tanpa retak sedikitpun. "Ini terlihat aneh saja, kok bisa ya batu dimasukkan ke dalam gelas dan diisi air lalu ditembak, gelasnya tidak pecah. Tapi memang tidak semua batu bisa anti tembak," jelasnya penuh keheranan.

Pria berusia 36 tahun itu pun mengaku tertarik untuk menguji koleksi batu pribadinya yang berjenis karang nunggal. Ia juga mengajak siapa saja untuk turut meramaikan kegiatan tersebut sembari menikmati suasana warung kopi yang nyaman.

Sementara itu, Ketua Persatuan Batu Nusantara (PBN) menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan secara berkala sebagai wadah silaturahmi antar komunitas pecinta batu alam di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Menurutnya, acara ini bersifat terbuka untuk umum, baik bagi anggota komunitas maupun perorangan yang ingin menguji koleksi batunya.

Untuk mengikuti uji tembak, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp30 ribu per batu. Bagi pemenang yang batunya lolos uji tembak, tersedia hadiah bernilai hingga jutaan rupiah serta bonus kartu identitas keanggotaan (ID card). "Panitia tidak membatasi dari kalangan manapun, kita terbuka untuk umum," tegasnya, mengimbau masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang mempertemukan hobi dan kebersamaan ini.