Pemerintah Kota Magelang kini mengalihkan fokus pembangunan sektor kesehatan melalui paradigma baru yang lebih mengutamakan pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotif) dibanding pengobatan (kuratif). Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Sosialisasi Program Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang digelar Dinas Kesehatan setempat di Hotel Puri Asri pada Rabu (15/7/2026).

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menjelaskan bahwa arah kebijakan kesehatan periode 2025–2029 sengaja dirancang untuk menempatkan masyarakat sebagai pusat layanan. Melalui pendekatan baru ini, sistem kesehatan tidak lagi sekadar berorientasi pada penyembuhan pasien, melainkan berupaya aktif menjaga agar warga tetap sehat sejak dini.

Sebagai langkah konkret, sejumlah program prioritas mulai dijalankan secara terintegrasi. Program-program tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai basis deteksi dini, pengendalian penyakit menular dan tidak menular berbasis manajemen risiko, percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) lewat pelacakan aktif, hingga optimalisasi cakupan imunisasi sepanjang siklus hidup manusia.

Terkait realisasi program di lapangan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr. Istikomah, mengungkapkan bahwa capaian CKG saat ini telah menyentuh angka sekitar 45 persen. Pihaknya optimistis sisa target tahunan sebesar 54 persen dapat segera terlampaui melalui akselerasi program yang lebih masif secara berjenjang di tingkat wilayah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso, meminta jajaran dinas terkait untuk tidak bersikap pasif. Ia menginstruksikan adanya aksi jemput bola guna menjangkau kelompok masyarakat yang berisiko tinggi serta wilayah marginal yang memerlukan perhatian medis khusus, demi memastikan pemerataan akses layanan kesehatan di Kota Magelang.