Shikoku Electric Power Co., Inc. baru saja mencatatkan keberhasilan krusial dalam memodernisasi fondasi digitalnya. Perusahaan penyedia tenaga listrik ini sukses merampungkan transisi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dari versi SAP ECC 6.0 menuju platform S/4HANA yang lebih mutakhir, guna memastikan kelangsungan operasional bisnis inti di tengah berakhirnya masa dukungan pemeliharaan perangkat lunak lama.

Tantangan utama dalam proyek ini terletak pada kompleksitas migrasi data berskala besar serta risiko gangguan operasional akibat durasi waktu henti (downtime) sistem. Untuk memitigasi kendala tersebut, tim IT Shikoku Electric menerapkan metode penentuan kapasitas sumber daya secara bertahap. Melalui penggunaan server IBM Power9 yang dimodifikasi, perusahaan mampu memvalidasi kebutuhan infrastruktur secara presisi sebelum menerapkannya ke lingkungan produksi yang lebih luas.

Selain optimalisasi kapasitas, efisiensi migrasi juga dicapai melalui pemanfaatan teknologi IBM Storage dan platform virtualisasi PowerVM. Strategi penyalinan data berkecepatan tinggi memungkinkan proses pemindahan sistem yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini selesai hanya dalam satu hari. Inovasi ini tidak hanya menekan risiko gangguan layanan, namun juga berkontribusi pada penghematan biaya operasional perangkat lunak hingga mencapai 54 juta yen.

Keberhasilan transisi ini menjadi preseden penting bagi rencana pengembangan infrastruktur perusahaan di masa mendatang, termasuk rencana migrasi sistem EAM pada tahun 2026. Dengan mengadopsi konfigurasi yang fleksibel dan tangguh, Shikoku Electric kini memiliki infrastruktur TI yang siap mendukung transformasi digital serta integrasi ke layanan cloud, sekaligus tetap mempertahankan keandalan layanan kelistrikan bagi masyarakat di wilayah Shikoku.