Permainan domino yang selama ini lekat dengan budaya masyarakat di kedai kopi, kini mulai menapaki babak baru. Melalui pendekatan ilmiah dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, domino tengah diposisikan ulang sebagai cabang olahraga pikiran (mind sport) yang menonjolkan aspek strategi, logika, serta pengambilan keputusan yang presisi.

Pergeseran paradigma ini menguat pasca Seminar Nasional yang dihelat oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI). Forum tersebut menjadi tonggak sejarah kolaborasi antara dunia akademisi dan praktisi olahraga untuk memvalidasi domino melalui kajian sport science.

Dekan FIKK UNJ, Prof. Nofi Marlina Siregar, menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi bertujuan untuk memperkuat fondasi ilmiah domino. Riset multidisiplin yang mencakup psikologi olahraga, kognitif, hingga manajemen industri olahraga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan atlet-atlet yang memiliki kemampuan analisis tajam dan karakter sportif.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa esensi domino terletak pada kemampuan pemain membaca situasi dan mengelola emosi. Ia mengibaratkan domino setara dengan catur atau bridge, yang menuntut konsentrasi tinggi serta kecerdasan strategis, jauh dari sekadar unsur keberuntungan yang sering kali disalahpahami masyarakat.

Dari sisi regulasi sosial dan keagamaan, PB PORDI telah mengantongi pandangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Domino dinyatakan legal dan dapat dimainkan sebagai aktivitas olahraga selama tidak melibatkan unsur taruhan atau perjudian (maisir). Penegasan ini menjadi langkah krusial untuk membersihkan citra domino dari stigma negatif yang selama ini melekat.

Ke depan, pengembangan domino akan difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi, standardisasi wasit, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Langkah strategis ini diharapkan mampu membawa domino menjadi cabang olahraga yang diakui secara nasional, sekaligus sarana edukatif bagi masyarakat dalam membangun pola pikir kritis menuju visi Indonesia Emas 2045.