Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif ekonomi nasional melalui akselerasi digitalisasi yang impresif. Bank Indonesia mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di ibu kota menembus angka 3,8 miliar transaksi sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, sebuah capaian fantastis yang merepresentasikan lonjakan sebesar 212 persen secara tahunan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam perhelatan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, menekankan bahwa peran strategis Jakarta sangat vital bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Dengan kontribusi mencapai 16,7 persen terhadap perekonomian nasional, Jakarta dinilai sebagai etalase utama yang mencerminkan keberhasilan transformasi digital di tanah air.

Lebih dari sekadar instrumen pembayaran, QRIS kini diposisikan sebagai pintu gerbang krusial bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke dalam ekosistem ekonomi digital. Bank Indonesia menetapkan target ambisius nasional tahun ini yang mencakup 17 miliar transaksi QRIS dengan jangkauan 70 juta pengguna serta integrasi 47 juta merchant di seluruh penjuru negeri.

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa JKF 2026 yang mengusung tema “A Creative Movement for a Sustainable Global City” menjadi wadah kolaborasi inklusif yang melibatkan 67 institusi. Langkah ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian kondisi global, di mana ekonomi Indonesia tercatat tumbuh stabil sebesar 5,61 persen pada triwulan pertama tahun ini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama otoritas moneter terus mengintensifkan sinergi melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, seperti inisiatif Jawara (Jagoan Wirausaha Jakarta). Upaya ini dibarengi dengan pengendalian inflasi yang ketat, terbukti dengan angka inflasi Juni 2026 yang berada di kisaran 2,78 persen, menjadikannya salah satu yang terendah di Pulau Jawa. Integrasi teknologi dan kebijakan ini diyakini akan semakin mengokohkan daya saing Jakarta sebagai pusat bisnis berstandar global.