PALANGKA RAYA — Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya dipenuhi lautan pelari dan peserta jalan sehat pada Minggu (28/6/2026) pagi. Tidak kurang dari 3.021 orang dari beragam latar belakang turut ambil bagian dalam ajang BNN Run 2026 yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah. Gelaran bertema "ITAH BAHANYI, ITAH HADARI LAWAN NARKOBA" ini menjadi wadah untuk menyatukan semangat hidup sehat sekaligus memperkuat tekad kolektif memberantas penyalahgunaan narkoba.
Acara yang dimulai sejak dini hari tersebut menyajikan dua kategori utama, yakni Fun Run sejauh 5 kilometer yang diikuti 1.521 peserta serta Jalan Sehat berjarak 3 kilometer yang menarik partisipasi 1.500 orang. Para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, komunitas lari, aparatur sipil negara, anggota TNI-Polri, karyawan BUMN, pelaku usaha swasta, hingga warga umum telah memadati lokasi sejak pukul 05.00 WIB.
Gubernur Kalimantan Tengah hadir langsung mendampingi Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan berbagai instansi vertikal. Dalam arahannya, kepala daerah tersebut menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan semata tugas aparat penegak hukum, melainkan memerlukan peran serta aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Salah satu langkah nyata adalah membangun budaya hidup sehat melalui olahraga. Dengan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkarakter kuat, kita dapat memperkuat ketahanan keluarga serta melindungi generasi muda dari ancaman narkoba," tegas Gubernur.
Lebih jauh, Gubernur menyoroti bahwa aktivitas olahraga memiliki dimensi yang melampaui sekadar kebugaran fisik. Menurutnya, olahraga mampu menjadi sarana memupuk kebersamaan, menanamkan disiplin dan sportivitas, serta membentuk karakter positif yang menjadi tameng terhadap berbagai pengaruh destruktif. Ia pun mendesak agar kegiatan serupa terus digulirkan secara berkelanjutan demi membangun kesadaran bersama bahwa narkoba adalah ancaman yang harus dilawan secara kolektif.
Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto, S.E., M.H., mengungkapkan bahwa BNN Run 2026 merupakan bagian dari strategi pencegahan berbasis partisipasi publik. Ia meyakini bahwa pendekatan preventif melalui pembudayaan gaya hidup sehat jauh lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan instrumen penegakan hukum semata.
"Melalui BNN Run 2026 kami ingin mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai budaya hidup sehari-hari. Ketika masyarakat sehat secara fisik, mental, dan sosial, maka ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba akan semakin kuat. Pencegahan adalah investasi terbaik untuk melindungi generasi penerus bangsa," papar Brigjen Pol. Mada Roostanto.
Ia menambahkan bahwa antusiasme lebih dari tiga ribu peserta menjadi indikator nyata tingginya kepedulian warga Kalimantan Tengah terhadap gerakan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba. Keberhasilan penyelenggaraan ini, menurutnya, membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan gerakan sosial yang berdampak luas dan positif.
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Gubernur bersama Kepala BNNP Kalimantan Tengah tepat pukul 06.00 WIB, ditandai dengan pengibaran bendera start. Sebelumnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Kalteng Berkah, dan Mars Anti Narkoba, dilanjutkan dengan sesi pemanasan bersama. Ribuan peserta kemudian memenuhi ruas-ruas jalan utama Kota Palangka Raya dengan penuh semangat.
Setelah seluruh pelari dan peserta jalan sehat melewati garis finis, rangkaian acara berlanjut dengan Senam Zumba massal, kampanye anti narkoba, pertunjukan drumband, hiburan musik dari DJ Bale, serta aktivasi dari sponsor PT Pegadaian Cabang Palangka Raya. Kemeriahan ditutup dengan pembagian doorprize dalam dua sesi serta penyerahan hadiah uang pembinaan bagi para juara di masing-masing kategori lomba.
Gelaran yang berakhir sekitar pukul 09.25 WIB ini meninggalkan pesan kuat bahwa olahraga merupakan instrumen efektif dalam membentuk masyarakat yang sehat, produktif, dan terbebas dari jeratan narkoba. Sinergi antara pemerintah daerah, BNN, aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas membuktikan bahwa perlawanan terhadap narkoba dapat ditempuh melalui jalur yang positif, edukatif, dan menyentuh seluruh elemen bangsa.