Dunia teknologi percetakan kini menatap babak baru dengan hadirnya Open Printer, sebuah proyek printer inkjet berbasis open-source yang dirancang untuk mengakhiri dominasi praktik bisnis yang merugikan konsumen. Proyek yang digagas oleh Open Tools asal Paris ini telah berhasil memamerkan prototipe fungsional yang mampu mencetak sekaligus memotong kertas secara mandiri tanpa terikat pada sistem Digital Rights Management (DRM) atau biaya langganan tinta yang kerap dikeluhkan pengguna selama ini.
Berbeda dengan perangkat konvensional yang sering kali membatasi pengguna melalui chip pada kartrid, Open Printer menawarkan kebebasan penuh melalui lisensi Creative Commons untuk desain elektronik, mekanik, hingga firmware-nya. Perangkat ini dipersenjatai dengan Raspberry Pi Zero W sebagai pusat pemrosesan utama dan menggunakan mikrokontroler STM32, yang memungkinkan kompatibilitas luas pada sistem operasi Windows, macOS, Linux, hingga perangkat seluler melalui integrasi CUPS.
Secara teknis, Open Printer menggunakan bodi kartrid HP yang dapat diisi ulang, memberikan efisiensi bagi pengguna untuk melakukan perawatan atau modifikasi perangkat secara mandiri. Perangkat ini pun telah dilengkapi dengan konektivitas modern seperti USB-C, Bluetooth, serta dukungan Wi-Fi yang masih dalam tahap penyempurnaan fitur oleh tim pengembang.
Meskipun saat ini pengembang masih memfokuskan diri pada optimalisasi sistem pengeringan tinta, kecepatan cetak, dan algoritma kualitas gambar, eksistensi prototipe ini telah mendapat pengakuan dengan masuk dalam nominasi French Design Awards. Hingga saat ini, pihak Open Tools belum menetapkan harga jual resmi dan masih menunggu fase kampanye crowdfunding untuk menentukan nilai ekonomi perangkat berdasarkan volume produksi dan sertifikasi teknis terkait.